PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI

Bidan Milenial

From : Zmidwifery 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bayi  baru  lahir  sendiri  mengalami  beberapa  perubahan  sebagai  bentuk  adaptasi  dari  kehidupan  intra – uteri  ke  kehdupan  ekstra  uteri. Perubahan  yang  cepat  dan kompleks  dimulai  sejak  terpotongnya  tali  umbilicus.  Terdapat  beberapa  perubahan  fisiologis  pada  bayi  baru  lahir.  Untuk  dapat  mengetahui  perubahan – perubahan  tersebut  dapat  dilakukan  suatu  tindakan  yaitu  pemeriksaan  fisik  bayi  baru  lahir.

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistem atau suatu organ bagian tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi).

Pemeriksaan  fisik  bayi  baru  lahir  adalah  pemeriksaan awal  yang  dilakukan  pada  bayi  setelah  lahir  dengan  tujuan untuk  mengetahui  apakah  bayi  dalam  keadaan  normal  dan  adanya  pnyimpangan / kelainan pada fisik, serta  ada  atau  tidaknya  refleks  primitif. Pemeriksaan  fisik  dilakukan  saat  kondisi  bayi  sudah  dalam  keadaan  stabil,  biasanya  6 jam  setelah  lahir.

Pemeriksaan  fisik  pada  bayi  dapat  dilakukan  oleh  bidan, perawat, atau  dokter.  Pemeriksaan  fisik  bayi  baru  lahir  memerlukan  pengetahuan  dan  keterampilan  yang  adekuat, sehingga  tidak  akan  menmbulkan  resiko  yang  dapat  membahayakan  bayi. Pada  peeriksaan  fisik  pada  bayi  baru  lahir  adalah  cara  meenjaga  agar  bayi  tidak  mengalami  hipotermia  dan  trauma  dari  tindakan  yang  tenaga  kesehatan  lakukan.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa  pengertian  pemeriksaan  fisik  pada  bayi ?

2.      Bagaimana  prosedur  pemeriksaan  fisik  pada  bayi ?

3.      Apa  tujuan  pmeriksaan  fisik  pada  bayi ?

4.      Bagaimana  langkah – langkah  pemerksaan  fisik  pada  bayi ?

5.      Bagaimana contoh format pengisian pemeriksaan fisik dan APGAR score pada bayi ?

6.      Apakah  yang  dimaksud  dengan  APGAR  skor ?

 

C.    Tujuan

1.      Untuk  mengetahui  pengertian  dari  pemeriksaan  fisik  pada  bayi  baru  lahir.

2.      Untuk  mengetahui  bagaimana  prosedur  pemeriksaan  fisik  pada  bayi  baru  lahir.

3.      Untuk  mengetahui  tujuan  dari  pemerikaan  fisik  pada  bayi  baru  lahir.

4.      Untuk  mengetahui  bagaimana  langkah  langkah  pemeriksaan  fisik  pada  bayi  baru  lahir .

5.      Pengisian APGAR score

6.      Untuk  mengetahui  pengertian  dari  APGAR  skor.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pemeriksaan Fisik Pada Bayi

Pengkajian fisik pada bayi baru lahir, dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengkajian segera setelah lahir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi bayi baru lahir darikehidupan dalam uterus ke kehidupan luar uterus, yaitu dengan penilaian APGAR, meliputi appearence (warna kulit), pulse (denyut jantung), grimace (refleks atau respon terhadaprangsang), activity (tonus otot) dan respiratory effort (usaha bernafas). Pengkajian sudah dimulai sejak kepala tampak dengan diameter besar di vulva (crowning). kedua, pengkajian fisik setelah pengkajian segera setelah lahir, untuk memastikan bayi dalam keadaan normal atau mengalami penyimpangan. Pengkajian yang kedua ini akan lebih lengkap apabila disertai dengan hasil pemeriksaan diagnostik penunjang lain dan catatan medik yang menunjang.

Pengkajian ini dilakukan di kamar bersalin setelah bayi lahir dan setelah dilakukan pembersihan jalan nafas resusitasi, pembersihan badan bayi, dan perawatan tali pusat. Bayi ditempatkan di atas tempat tidur yang hangat. maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapatkan tindakan segera dan kelainan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan kelahiran, misalnya bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes melitus, eklamsia berat dan lain-lain, biasanya akan mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir ini harus segera dilakukan. Hal ini ditujukan untuk menetapkan keadaan bayi dan untuk menetapkan apakah seorang bayi dapat dirawat gabung atau di tempat khusus. Dengan pemeriksaan pertama ini juga bisa menentukan pemeriksaan dan terapi selanjutnya.

B.     Prosedur Pemeriksaan Fisik Pada Bayi

Teknik pemeriksaan bayi baru lahir didahului dengan anamnesis untuk mengetahui riwayat kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Data tentang jalannya resusitasi neonatus juga diperlukan bila pemeriksa bukan anggota tim resusitasi yang menangani bayi saat lahir.

Pemeriksaan bayi baru lahir perlu mencakup kondisi umum, tanda vital, antropometri, kesesuaian dengan usia gestasi, pemeriksaan kepala, wajah, leher, bahu, lengan, tangan, dada, abdomen, genitourinari, anus, pinggul, kaki, punggung, kulit, dan pemeriksaan neurologi.

C.    Tujuan Pemeriksaan Fisik Pada Bayi

1.      Untuk mendeteksi kelainan-kelainan

Pemeriksaan awal pada bayi baru lahir harus dilakukan sesegera mungkin sesudah persalinan untuk mendeteksi kelainan'kelainan dan menegakkan diagnosa untuk  persalinan yang beresiko tinggi. Pemeriksaan hatrus difokuskan pada anomalikegenital dan masalah-masalah patofisiologi yang dapat mengganggu adaptasi kardiopulmonal dan metabolik normal pada kehidupan ekstra uteri.

2.      Untuk mendeteksi segera kelainan dan dapat menjelaskan pada Keluarga

Untuk mendeteksi segera kelainan dan dapat menjelaskan pada keluarga. Apabila ditemukan kelainan pada bayi maka petugas harus dapat menjelaskan kepada keluarga, karena apabila keluarga menemukannya kemudian hari, akan menimbulkan dampak yang tidak baik dan menganggap dokter atau petugas tidak bisa mendeteksi kelainan pada bayi mereka.

 

D.    Langkah-langkah pemeriksaan fisik pada bayi

1.      menginformasikan prosedur dan minta persetujuan orang tua.

2.      Mencuci tangan dan keringkan, bila perlu pakai sarung tangan.

3.      Memastikan penerangan cukup dan hangat untuk bayi

4.      Memeriksa secara sistematis head to toe (kepala, muka, klavikula, lengan, tangan, dada, abdomen, tungkai kaki, spinal dangenetalia).

5.      Mengindentifikasi warna dan aktivitas bayi.

6.      Mencatat miksi dan mekonium bayi.

7.      Mengukur lingkar kepala (LK), lingkar dada (LD), lingkar perut (LP), Lingkar Lengan Atas (LiLA), Menimbang BB, dan mengukur panjang badan bayi (PB)

8.      Mendiskusikan hasil pemeriksaan pada orang tua

9.      Mendokumentasikan hasil pemeriksaan


E.     APGAR score

APGAR score adalah suatu sistem skoring yang dipakai untuk ememeriksa keadaan bayi yang baru lahir dan menilai responnya terhadapa resusitasi. Pada menit ke 1 dan 5 pasca lahir, lakukan penilaian skor APGAR bayi. Ada 5 komponen yang dinilai, yaitu laju nadi, usaha napas, tonus otot, iritabilitas refleks, dan warna kulit. Tiap komponen memiliki nilai 0,1, atau 2

 

Tabel 1. Skor APGAR

Skor Apgar

0

1

2

Appereance

(warna kulit)

Biru atau puca

Akrosianosis

Merah muda

Respiration

(Usaha napas)

Tida ada

Menangis lemah; hipoventilasi

Menangis kuat

Activity

(Tonus otot)

Flaccid

Sedikit fleksi

Gerak aktif

Grimace

(Reflek)

Tidak berespon

Meringis

Menangis, batuk, atau bersin

Pulse (detak jantung)

Tidak ada

<100x/menit

>100x/menit

 

F.     Pemeriksaan Fisik

                              

TABEL PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

NO

PEMERIKSAAN FISIK YANG DILAKUKAN

KEADAAN NORMAL

1

Lihat postur, tonus, dan aktivitas

·         Posisi lengan dan tungkai fleksi

·         Bayi sehat akan bergerak aktif

2

Lihat kulit

Wajah, bibir, dan selaput lendir,  dada harus berwarna merah muda, tanpa adanya kemerahan atau bisul

3

Hitung pernapasan dan lihat tarikan dinding dada bawah Ketika bayi sedang tidak menangis

·         Frekuensi napas normal 40-60 kali per menit

·         Tidak ada tarikan dinding dada bawah yang dalam

4

Hitung denyut jantung janin dengan meletakkan stetoskop di dada kiri setinggi apeks kordis

Frekuensi denyut jantung normal 120-160 kali permenit

5

Lakukan pengukuran suhu ketiak dengan termometer

Suhu normal adalah 36,5-37,5°C

6

Lihat dan raba bagian kepala

·         Bentuk kepala terkadang asimetris karena penyesuaian pada saat proses persalinan, umumnya hilang dalam 48 jam

·         Ubun-ubun besar rata atau tidak membonjol, dapat sedikit membonjol ketika bayi menangis

7

Lihat mata

Tidak ada kotoran/sekret

8

Lihat bagian dalam mulut (masukkan satu jari yang menggunakan sarung tangan ke dalam mulut, raba langit-langit)

·         Bibir, gusi, langit-langit utuh dan tidak ada bagian yang terbelah

·         Nilai kekuatan isap bayi (bayi akan mengisap kuat jari pemeriksa)

9

Lihat dan raba perut

Lihat tali pusat

·         Perut bayi datar, teraba lemas

·         Tidak ada perdarahan, pembengkakan, nanah, bau yang tidak enak pada tali pusat atau kemerahan sekitar tali pusat

10

Lihat punggung dan raba tulang belakang

Kulit terlihat utuh, tidak terdapat lubang dan benjolan pada tulang belakang

11

Lihat ekstremitas

·         Hitung jumlah jari tangan dan kaki

·         Lihat apakah kaki posisinya baik atau bengkok ke dalam atau keluar

·         Lihat Gerakan ekstremitas

12

Lihat lubang anus

·         Hindari memasukkan alat atau jari dalam memeriksa anus

·         Tanyakan pada ibu apakah bayi sudah buang air besar

·         Terlihat lubang anus dan periksa apakah meconium sudah keluar

·         Biasanya meconium keluar dalam 24 jam setelah lahir

13

Lihat dan raba alat kelamin luar (tanyakan pada ibu apakah bayi sudah buang air kecil)

·         Bayi perempuan kadang terlihat cairan vagina berwarna putih atau kemerahan

·         Bayi laki-laki terdapat lubang uretra pada ujung penis

·         Pastikan bayi sudah buang air kecil dalam 24 jam setelah lahir

14

Timbang bayi (timbang bayi menggunakan selimut, hasil dikurangi selimut)

·         Berat lahir 2,5-4kg

·         Dalam minggu pertama berat bayi mungkin turun dahulu baru kemudian naik kembali. Penurunan berat badan maksimal 10%

15

Mengukur Panjang dan lingkar kepala bayi

·         Panjang lahir normal 48-52 cm

·         Lingkar kepala normal 33-37 cm

16

Menilai cara menyusui, minta ibu untuk menyusui bayinya

·         Kepala dan badan dalam garis lurus; wajah bayi menghadap payudara; ibu mendekatkan bayi ke tubuhnya

·         Bibir bawah melengkung keluar Sebagian besar areola berada di dalam mulut bayi

·         Menghisap dalam dan pelan kadang disertai berhenti sesaat

 

 

CHECKLIST PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

 

NO

ASPEK YANG DI NILAI

KETERANGAN

 

Tahap Pre Interaksi

 

1

Pastikan tindakan sesuai dengan advis dalam catatan medis klien

 

2

Siapkan peralatan

·         Sarung tangan

·         Termometer Axila/ Termometer Rectal

·         Arloji

·         Pita LILA

·         Metlin

·         Pakaian dan selimut bayi

·          Menyiapkan ruangan yang akan digunakan

 

3

Mencuci tangan

 

 

Sikap dan Perilaku

 

1

Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada ibu bayi

 

2

Bersikap sopan dan minta izin untuk melakukan tindakan

 

3

Memposisikan pasien dengan tepat

 

4

Tanggap terhadap reaksi pasien

 

5

Sabar dan teliti

 

 

Tahap Kerja

 

1

Periksa keadaan umum bayi

a.       Secara keseluruhan (proporsional/ tidak)

b.      Tonus otot/ gerakan/ kesadaran

c.       Warna kulit dan bibir

d.      Tangis bayi

 

2

Periksa tanda-tanda vital bayi

a.       Laju napas 40-60 kali per menit, periksa kesulitan napas

b.      Laju jantung 120-160 kali per menit

c.       Suhu normal 36,5-37,5°C di Axila

 

3

Periksa kepala

a.       Kulit kepala

b.      Ubun-ubun

c.       Sutura dan Molase

d.      Trauma persalinan

e.       Ukur lingkar kepala (OB, OS, OK)

 

4

Periksa muka

a.       Kesimetrisan muka

b.      Paralysis muka

 

5

Periksa mata

a.       Kelopak mata

b.      Pengeluaran cairan dari mata

c.       Sklera

 

6

Periksa hidung

a.       Bentuk, sumbatan jalan napas

b.      Cairan yang keluar

c.       Gerakan cuping hidung saat bernapas

 

7

Periksa mulut

a.       Keadaan bibir; Labiopalatoskizis; Palatoskizis; Labiokizis

b.      Warna bibir

 

8

Periksa telinga

a.       Jumlah dan bentuk telinga

b.      Kesimetrisan

c.       Lubang telinga, cairan yang keluar dari telinga

 

9

Periksa leher

Pembengkakan, kaku kuduk

 

10

Periksa dada dan punggung

a.       Kesimetrisan bentuk dada

b.      Gerakan dada saat bernapas (retraksi dada)

c.       Payudara dan putting

d.      Ukur lingkar dada bayi

e.       Periksa punggung ada tidaknya kelainan: spina bifida

 

11

Periksa perut

a.       Kesimetrisan bentuk perut

b.      Penonjolan: ada tidaknya omphalokel

c.       Tali pusat; tanda-tanda infeksi

 

12

Periksa ekstremitas

a.       Bentuk dan jumlah

b.      Gerakan

c.       Keadaan warna kulit dan kuku

d.      Fraktur

 

13

Periksa genitalia

a.       Laki-laki

Testis dalam skrotum dan sudah turun pada bayi cukup bulan penis berlubang

b.      Perempuan

Vagina berlubang, uretra berlubang, terdapat labia mayora dan minora, serta cairan yang keluar dari vagina

 

14

Periksa anus: berlubang atau tidak

 

15

Ukur panjang badan bayi

 

16

Ukur lingkar lengan atas bayi

 

17

Timbang berat badan bayi

 

18

Menilai refleks bayi:

a.       Refleks moro

b.      Refleks sucking

c.       Refleks rooting

d.      Refleks grasphing

e.       Refleks tonick neck

f.       Refleks babynski

 

19

Rapihkan baju dan selimut bayi

 

20

Lepas sarung tangan dan rendam di larutan klorin

 

21

Pendokumentasian

 

 

Tahap Terminasi

 

1

Evaluasi hasil yang dicapai (subyektif dan obyektif)

 

2

Beri reinforcement positif pada klien

 

3

Mengakhiri pertemuan dengan baik

 

4

Cuci tangan

 

 

Tahap Dokumentasi

 

1

Dokumentasi tindakan yang sudah dilakukan beserta respon pasien

 

 

Teknik

 

1

Berkomunikasi dengan pendekatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien

 

2

Bekerja dengan hati-hati dan cermat

 

3

Bekerja dengan pencegahan infeksi

 

4

Menghargai privasi atau budaya klien

 

5

Bekerja secara sistematis

 




Comments